Result on google when searching 'Indonesian influencer' and 'menulis diary'

“Mau menulis diary tapi mager banget, jujur”

“Nanti aja ngerjainnya, kan masih ada waktu”

“I am professional at procrastinate”

Saya cukup sering mendengar dan bahkan melontarkan kalimat-kalimat diatas

Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab ikut bertambah dan karena tanggung jawab bertambah maka semakin beragam pula alasan untuk mengulur waktu

misal karena seharian kerja jadi saat pulang kos berleha-leha dengan rebahan dan instagram, oh iya tidak terlupakan twitter!

Menjadi seorang leader atau pemimpin memiliki tanggung jawab yang cukup besar, bagaimana tidak,

apa yang dia katakan, apa yang dia pakai dan bahkan yang dia lakukan

dapat sangat mempengaruhi hidup salah satu dari sekian banyak orang yang kagum bahkan mengidolakan dia.

saya bukan mau bercerita bagaimana perjalanan para pemimpin dunia, tetapi tentang saya sendiri.

Sadar bahwa menjadi pemimpin orang banyak harus memiliki pundak yang kokoh,

maka dari itu saya memutuskan untuk menjadi pemimpin diri sendiri dulu

Saya ingin menjadi influencer untuk diri sendiri, dalam hal apapun. Saya sebut ini semangat, bukan ambisi sesaat dengan campuran sedikit ego

Karena ini bukan sekadar ambisi atau ego, makanya saya punya poin-poin yang tentu saja tidak langsung semuanya saya bayar lunas hehe

Dari sekian banyak poin tersebut, salah satu yang sedang saya usahakan adalah menulis diary atau bahasa kerennya journaling

Iya, journaling. Walaupun kegiatan menulis diary ini sudah saya lakukan sejak SMP

namun, beberapa tahun terakhir sepertinya sangat sulit untuk mulai menulis diary lagi

sampai pada keadaan dimana saya kewalahan mengontrol pikiran, semakin dipikir semakin sesak rasanya

lalu saya pelan-pelan melakukan journaling lagi yang sudah saya mulai sejak beberapa bulan yang lalu,

masih seumur jagung memang dan mungkin dampaknya belum seberapa tapi sedikit saya sudah banyak belajar dari kebiasaan ini

belajar menjaga konsistensi, melawan rasa malas, melawan rasa ingin rebahan dan scrolling Instagram

Dengan menuliskan apa yang saya rasakan setiap harinya, mengajarkan saya untuk semakin mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup

Saya memilih untuk menuliskannya di buku karena rasanya lebih nyata dan lebih fokus

Saya memang belum melunasi hutang poin yang lainnya,

tetapi cukup bangga karena sudah bisa melawan rasa malas dan bisa menjaga konsistensi menulis diary sampai sejauh ini

Apa sudah bisa dikatakan, menang malawan diri sendiri? wkwk

semakin banyak belajar semakin saya paham bahwa sebelum kita memutuskan untuk menjadi pemimpin bagi banyak orang, cobalah untuk memimpin diri sendiri

karna menjadi pemimpin untuk diri sendiri pun bukanlah pekerjaan yang mudah, bisa jadi lebih berat, karna tidak ada yang mengawasi kita dalam melakukannya

Hasil dari konsistensi tentu tidak diperoleh dalam 1 malam and that’s okay, bahkan Thomas Alva Edison dalam penelitiannya harus melewati 10.000 kegagalan uji sebelum temuannya berhasil

Akan selalu ada trial and fail dalam hal apapun, kita hanya perlu istrahat sejenak dan berjalan lagi,

karena setiap proses sekecil apapun itu tetap disebut proses, dan saya menghargai setiap proses itu

Saat saya berencana untuk menulis journal, pada awalnya sangat berat untuk tetap konsisten,

lalu saya mengakali dengan membuat alarm khusus untuk menulis

Tipsnya set alarm dengan ringtone yang calm dan tidak membuat kaget/panik sehingga kita tetap ikhlas melakukannya. Tips ini bekerja pada saya, mungkin juga bekerja pada kalian hihi

Jadi itu dulu cerita saya, jangan lupa untuk melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan tidak bersungut-sungut. Pasti hasilnya juga akan menyenangkan hati^^

Share this :

15 Comments

MizzYani · November 6, 2020 at 1:53 pm

Waah …boleh juga idenya mbak pasang alarm … Biar gak lupaan 😅

Inda · November 7, 2020 at 3:27 pm

Benar sekali Mbak. Aku juga menulis jurnal..karena ternyata menulis dengan bolpen dan di kertas itu sensasinya berbeda. Ada emosi yang tertuang dan bisa jadi healing..Mulai menulis blog lagi akhir-akhir ini karena ingin keluar dari rasa insecure dan agar bisa mengekspresikan diri di media online 🙂

    jein rumondor · November 19, 2020 at 1:52 pm

    kalo kata film Imperfect “ubah insecure jadi bersyukur” hihi semangatt mba^^

Nining Prasetya · November 7, 2020 at 9:16 pm

betul mbak…diary yang keren itu yang menceritakan kita seharian ngapain aja, rencana kita apa, apa yang sudah dilakukan, hasilnya seperti apa…dari situ kita belajar untuk menjadi lebih baik setiap harinya….setidaknya untuk diri sendiri😊😊😊 semangat💪💪💪

Fina · November 8, 2020 at 8:53 am

Setuju mba, sesuatu yang dilakukan dengan hati hasilnya pasti berbeda jika dilakukan dengan keterpaksaan. Makasih tips nya mba, saya akan mencoba tips alarm nya

Sita · November 9, 2020 at 6:00 am

Wah tips bagus nih mbak pake alarm untuk mulai menulis. Emang bener sih konsisten dengan diri kita sendiri aja butuh perjuangan. Mari sama2 berjuang mbak 😀

Dhonna · November 9, 2020 at 10:41 am

Betul, menulis catatan harian/diary/jurnal secara konsisten mendatangkan banyak sekali manfaat. Saya sudah melakukannya sejak SMP dan masih tersimpan rapi sampai anak saya dua. Hehehe. Semangat ya…💪

Listiorini Ajeng Purvashti · November 10, 2020 at 11:13 am

Karena melawan diri sendiri itu lebih sulit emang, apalagi soal rebahan dan scrolling susah babget lepasnya. Dan aku tertarik coba Journalinh ala mba, kayanya seru hehe

Indah Ladya · November 10, 2020 at 12:56 pm

Wah, setuju nih, segala sesuatu yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh nanti bakal mendatangkan hasil, kitanya kudu sabar dan telaten saja, hehe

Sri Subekti Astadi · November 10, 2020 at 2:16 pm

tetap semangat Mbak, menulis dan terus menulis…lama -lama akan menjadi suatu kebutuhan. Akan ada perasaan hilang bila kita tak menuliskannya. Semakin banyak menulis akan semakin mengalir ide-ide yang kita dapatkan. Jangan lupa sambil memperbaiki kepenulisan yang lebih indah dan enak untuk dibaca.

Rina Darma · November 11, 2020 at 7:52 am

I am professional at procrastinate. berasa aku banget haha… Sepertinya memang segala hal yang baik itu harus “dipaksa” agar kita tak ada alasan utk mengulur waktu. Semangat, Kakak^^

Dedew · November 12, 2020 at 6:07 am

Iya, aku mau mulai lagi nih say, melanjutkan naskah bukuku…sibuk ngeblog jadi lupa lanjutin naskah buku..terima kasih pengingatnya…semangaaat…

Neti Sudiasih · November 12, 2020 at 1:56 pm

saya juga suka menulis diary. sudah lama ndak nulis, jadi kangen nulis diary. apalagi dulu ingat ada buku diary yang pakai kunci hehe… tulisan lain juga ada yang terbengkelai. terima kasih dengan tulisan ini jadi ingat kembali. semangat mbak

Sarah Mellina · November 12, 2020 at 5:47 pm

Waaa, pas banget sama kondisi aku saat ini. Biasa aku juga nulis diari, selain tetap melatih tangan buat nulis enggak melulu pakai gadget, aku kadang baca kisah lalu yang kutulis jadi reminder pas aku down, aku ketawa sama cerita lucu. Aku sekarang ngajak putri kami juga menulis diari, latihan buat ia bercerita juga😃

Leave a Reply

Your email address will not be published.